Google+ Followers

Sunday, 14 July 2013

Engkau yang berjuluk wanita cantik penuh keanggunan, menawan hatiku di buai pesonamu. Hingga setiap lepas pandang yang melesat adalah detail indah dari sketsa hati yang telah menjadi milikmu. Membawa rasa ini dalam setiap malam, untuk hati yang kini telah kehilangkan kesucianya seiring hadirnya wujud sempurna bayangmu di setiap angan.
Aku yang kalah, aku yang kini terperdaya rasa…
Aku!, yang ternyata tak bisa melesat cepat membawa rasa ini, hingga syetan berhasil hinggap. Dan seiring kesadaran… kiranya sang pemilik setiap hati halalkan perasaan ini dengan perjanjian agung. Namun di ujungnya, ketika prasasti itu ternyata ditakdirkan bukan untukku. Aku tahu harus pasrah meski berurai air mata…

my videos

part 2