Google+ Followers

Friday, 2 August 2013

Allah menyukai kalau hambaNya kuat!

Sebuah cerita mengawali putihnya hari, dalam rekah merah jingga di ufuk langit timur. Sepasang mata sayu yang kini mulai lembab. Tes... butiran bening itu jatuh juga dari sudut mata. Sementara dari balik rasa haru, mata jiwaku iba menatap, seolah diri ini berkata:

"Biarkan ku menangis. Mengalirkan air mata yang telah lama membendung. Biarkan semuanya tahu, kalau memang aku hanya seseorang yang cengeng! Tak bisa lagi ku hidup dalam kamuflase, dan memang ku tak bisa lagi. Maka jangan memaksaku lagi menjadi kuat, jangan memaksaku lagi menjadi tegar, jangan memaksaku lagi bertahan dan menahan. Aku ingin berhenti. Tak mengapa jika harus kalah, karena memang aku menyerah dan pasrah. Tak mengapa jika segalanya berakhir sampai disini" sampai kapan aku bertopang pada kata ikhlas dan sabar ?

Jiwaku pun terpaku, ada rasa ngeri membayangkan bagaimana keadaan diriku kini. Begitu hebatkah derita yang menimpaku hingga aku tak hanya tergoncang, namun juga limbung dan jatuh bergulingan dari pucuk-pucuk ikhtiar?

Bukankah aku tahu tentang kebaikan-kebaikkan setiap takdirNya? Bukankah dalam setiap tahapan yang pernah aku tapaki adalah semakin menguatnya keyakinanMu akan setiap jaminanNya? Kenapa musti khawatir, padahal pernah menguntai dari bibirku sebaris kata bahwa "syetan selalu menghembuskan was-was di setiap hati". Dalam kesadaran, bertawakallah. aku hanya perlu bangkit dan tapaki lagi jalan itu.

Bahwa pada hakikatnya, tak perlu ada yang dikhawatirkan dalam hidup ini. Jalani... hadapi dan nikmati pergiliran takdirNya dengan keimanan penuh. Tentang sebuah janji pasti, bahwa dengan ketakwaan ini, Allah SWT akan menolong dari arah yang tak pernah terlintas dalam benak.

ayolah bangkit. Allah menyukai kalau hambaNya kuat!

my videos

part 2