Google+ Followers

Friday, 2 August 2013

Catatan diambang petang

Kebahagiaan macam mana yang akan diperoleh bila diri hanya berpikir untuk lari ?

Ada dengung kegelisahan yang terucap di suara kecilku. Dan aku tau itu adalah bentuk sebuah keluhan.

Aku terlupa akan kata ’syukur’ dan ’sabar’ yang coba ku pertahankan. Ini menjadi semacam pembantahan, pengingkaran. Ada suatu argumentasi untukku harus mengeluh. Aku seorang manusia. Biasa saja. Dan terkadang waktu mengalahkan-ku untuk tak bisa lagi menjadi orang sombong dalam berperkara dengan segala hal. Aku tidak berada dalam keadaan baik – baik saat ini. Minggu ini menjadi berat, begitupun mungkin minggu depan, bulan depan, tahun depan.......


Sedikit kalimat, dan saya mengetahui saya tak sendiri dalam masalah.

Ada do’a yang InsyaAllah sangat baik untuk saya lafadh-kan :

“ Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ( ini ) ”.
(Q.S. Al-kahfi : 10)

Semoga ini menjadi kekuatan untuk saya dan seorang diri yang sudah berbagi.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala ( dari kebajikan ) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa ( dari kejahatan ) yang dikerjakannya. ( Mereka berdoa ): “ Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”
(QS. Al Baqarah, 2 : 286)

Catatan di ambang petang yang menyeruak di sela mendung. Sebuah email terbaca dan diri yang terduduk di red chair,
ruang sepi
diri yang lelah.

my videos

part 2