Google+ Followers

Friday, 2 August 2013

Membagi resah

Ada resah yang ingin ku bagi, namun tak ku temukan ruang kosong pada setiap hati yang ku temui. Sementara bebaris kata mengurai menjadi kalimat dalam buncahan rasa tanpa keteraturan gerak. Dan masih disini sendiri mencari tempat sandaran untuk jiwa yang limbung. 

Ada fragmen yang menunjukkan sisi lain tentang kemanusiaan. Ya, sisi manusia biasa yang tetap sedih meski dalam kamuflase senyum merekah. Tak bisa di bohongi, tak bisa di manipulasi, dan tak bisa di biarkan. Kini… rasa yang sering terabaikan itu menuntut perhatian dari sang pemilik hati, yang telah meletakkakannya dalam sangkar penghibur diri, dan mengatakan dengan enteng ; semua akan baik – baik saja, tetap tersenyumlah dan nikmati harimu. 

Namun sekali – kali tidak! Untuk saat ini. Karena kini aku harus berpacu dengan waktu. Diiringi resah yang mulai mencapai klimaksnya. Meski masih terpatri dalam keyakinan itu, bahwa Allah yang maha penyayang tak kan pernah membuat hambanya mengurusi urusannya sendiri. Dan pertanyaanpun menggurat di rendah dasar hati ; Allahu Rabbi, apa yang sedang Engkau rencanakan untukku dengan urusan ini? 

*** 

//rf
"Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat". (Thaha: 46)

my videos

part 2