Google+ Followers

Friday, 2 August 2013

Menyentuh kembali rasa optimis

Masih menikmati aroma tanah yang diterpa hujan hari ini. Secangkir capuccino terasa begitu luar biasa dalam perpaduan hawa dingin dan semilir angin malam yang menyeka lara jiwa. Lengkaplah suasana dengan bulatan indah bersinar redup di birunya langit yang kini sempurna purnama. Dan ternyata akupun bahagia ^_^ 

Melupakan hatiku yang kemarin terseok sembilu diantara kamuflase ketegaran. Meleburkan asaku pada rasa tawakal yang kini mulai menyelusup ke seluruh ruang sanubari. Menanti hujan kembali datang membawa takdir lain yang kan ku sambut dengan ceria dan sepenuh keyakinan di jiwa. 

Dalam kepasrahan yang kini mulai terebahkan, ku ingin menikmati bahagia yang ternyata cukup lama terlupakan. Menyentuh kembali rasa optimis yang selama ini ku kira tak lebih dari sebuah pembodohan kenyataan hari esok. Mengusir penat ku dan menghadirkan kembali hal – hal menyenangkan meski aku belum tahu dalam wujud apa nantinya. 

Aku pun kini bahagia, ingin tetap bahagia dan tak kan ku biarkan lagi ia pergi terlupakan, seperti yang telah lalu. Karena menyadari rasa bahagia itu ternyata sungguh menyenangkan jiwa, menghadirkan simpul – simpul senyum, memudarkan berjuta rajutan kekhawatiran yang selalu dan terus menyelimuti diri. 

Rasa itu sangat nyata, begitu menyentuh penuh seluruh sisi hati, mengukir asa baru yang entah mengapa lebih dari sekedar asa, sebuah mimpi akan kebaikkan hari esok dalam takdirNya. Dan berjuta bintang pun menjadi saksi bahwa aku kini bahagia, dalam taubat dan syukur, dalam cinta dan harap, dalam kerinduan yang sungguh tak dapat ku ukur sedalam apakah kini. 

Namun... tunggu! Rasa apakah itu gerangan?, kenapa ada yang bersorak disisi yang lain?, turut serta bahagia karena rasa bahagia yang kini mampu ku rasakan. Aha… sebuah kenyataan tentang bahagiaku karena bisa merasa bahagia. Subahannallah… indahnya rasa – rasa bahagia ini menempati setiap jengkal waktuku kini dan esok, insyaAllah….

my videos

part 2