Google+ Followers

Friday, 2 August 2013

Hidup ini memang penuh dengan liku

Hidup ini memang penuh dengan liku tanpa kita tahu apa yang ada di balik likuan itu. Barangkali yang ada dibaliknya adalah setumpuk emas yang berkilauan dan membuat kita menelan ludah karena melihatnya, atau mungkin juga yang ada di baliknya adalah setumpuk kotoran kuda yang akan membuat kita menutup hidung ketika kita melihatnya dan mencium baunya. Entah kita akan lari atau jalan terus dengan pura – pura tidak tahu apa yang kita alami. Memang benar hidup di dunia hanyalah sementara, kenapa kita perlu lari ? pengen nggak punya masalah? Mati saja. Toh matipun kita masih berpikir ribuan kali. Sudah cukupkah bekal yang kita siapkan?

Kata – kata ini tak akan cukup menggambarkan tekstur hidup yang kadang licin, kadang kasar, kadang juga lembut. Perih, sakit, menderita, mungkin adalah sebagian kata – kata kesengsaraan yang membuat kita tertunduk memohon untuk jangan ditimpakan kepada kita. Senyum, tawa, harta, tahta, adalah segenap rasa dan fakta yang barangkali kita harapkan. Tapi bukan itu masalahnya. Bukan keengsaraan atau kebahagian, tapi cara menyikapinya. Cara bijak menghadapi realita hidup baik yang menyayat perih ataupun menyelipkan tawa adalah ikhtiar, percaya kekuatan doa dan tentu saja tawakal atau kepasrahan diri kita kepada Allah swt penggenggam semesta, pemilik dan pengatur dunia.

my videos

part 2