Google+ Followers

Friday, 2 August 2013

Mensenyumkan hati kembali

Mensenyumkan hati lagi, diiringi cerahnya pagi ini yang menjadi saksi. Bahwa aku masih kuat dan memilih bertahan. Meski kini semuanya hanya narasi tanpa narator. Tak cukup memang menyuguhkan syarat lengkap. Namun toh pada kenyataannya memang demikian adanya, tanpa jeda dan pengulangan meski keinginan di ubun-ubun.

Tersenyum lagi, lebih lebar. Sejengkal langkah harus mundur dalam titah takdir. Tak usah melawan, karena akan tiba masanya menapakkan lagi, meski dengan tapak yang berbeda. Dan sungguh, tak ada kerisauan dalam tenang ini. Karena niatan hati teryakinkan telah pada posisi yang benar.

Pada riak-riak takdir yang menyentil spirit jiwa. Menggejolaklah asa dalam lingkaran hati. Sebuah keinginan terazamkan, tuk tetap mejadi semakin baik dari hari ke hari, tuk tetap ceria dalam tiap laku, tuk tetap kibarkan senyum sapa di setiap lahan hati yang terjambangi. Agar kiranya menjadi pribadi yang menentramkan, pribadi yang memagnet rasa dalam kebersamaan tanpa mengenal segala bentuk keadaan. Karena sungguh, ingin sekali terkatakan, bahwa engkau nyaman dan aman bersamaku, mari torehkan keceriaan pada setiap takdir yang menggurat.

Tersenyumlah.... hidup ini tak layak ditangisi. Tahukah kenapa? Karena ada cinta taat yang merengkuh cinta nikmat dan cinta manfaat, bukan cinta laknat. Karena engkau dan aku adalah sebaik-baik penciptaan. Karena kita saling menopang dalam kesejatian ukhuwah. Terlebih... karena kita saling mencintai karenaNya.

my videos

part 2