Google+ Followers

Friday, 2 August 2013

Sebait puisi untukmu embun pagi.........

Kamu embun

Kilaumu hanya sekejap, lalu hilang di sapu mentari

Tapi tatkala aku bangun tidur di esok hari

Kau ada lagi

Tersenyum menyapa dedaunan dan ranting

Men-syairkan denting-denting mesra harmoni pagi

Dengan kesejukan menghapus kusam dunia

Dan kamu ”indah”

Menjadi ”begitu indah”

Lalu yang ”terindah”

Mungkin kamu intan semu

Tapi kau memancarkan damai di kala sang surya masih bersembunyi

Kamu terhampar menghias hijau permadani alam

Kamu merajut manik-manik mutiara di antara ilalang kering

Apa artinya pagiku

Jika mataku belum menyapu bening rona-rona jiwamu

Karena kamu keteduhan

Kamu kedamaian yang tak kunjung sirna di hatiku

Karena…

Kamu Maharaja

Bertahta di singgasana suci relung jiwa

Bermahkota kasih, Berbusana setia

Yang ”terindah” di sepanjang alunan nafas-nafas cinta

Dalam do’aku

Ada embun yang menetes di antara permohonanku

TUHAN…

Dia adalah karunia yang kau kirim untukku

Jadikanlah tetap menjadi keteduhanku

Sepanjang hidupku


Kamu ingin bagaikan embun ...

Seperti katamu, gelaran 'princess Dee' tidak sesuai untukmu, karena tidak ingin kehidupanmu se tragis lady Dy! ^_^ Dan, ku lebih suka memanggilmu 'morning-Dew' ...

Kamu ingin bagaikan embun ...

Yang selalu ku lihat dibalik kaca jendela saat hujan turun, yang menempel di pucuk-pucuk rumput dan dedaunan pagi hari,
membawa kesegaran dan semangat baru !

Kamu ingin bagaikan embun ...

ia nya bahkan ada, di padang rumput yang gersang dan membakar,dikala pagi yang memberi kehidupan (atas izin Allah) makhluk-makhluk
yang ada di gurun, "subhanallah!"

Kamu ingin bagaikan embun ...

mewujudkan semua ingin mu, seperti lautan asa ku, dan do'a atas keindahan penganugerahan nama 'embun' untukmu.

"Tersenyumlah selalu, wahai sahabatku...!"

my videos

part 2