Google+ Followers

Friday, 2 August 2013

Saatnya melepas lelah dan beban jiwa.

Mengistirahatkan jiwa ini, tuk laju lagi melesat. Segarkan naluri dan nurani. Dalam hening biarlah dzikir membisik. Tundukkan kepongahan diri, pada gurat – gurat laku yang pernah tercipta. Menata ulang setiap letak niatan hati, menempatkannya pada sekeping kayakinan tentang muara ridho dan pertolonganNya. 

Ada yang ingin sejenak bersandar, merebahkan kepasrahan lewat pucuk – pucuk ikhtiar. Agar tak ada lagi rasa takut melangkah, merunut takdir yang tak jarang meletupkan emosi hati. Kala kesadaran menghepas keraguan yang bebas menelusup dalam jiwa, dan seulas senyum pun merekah bahagia, hadirkan keyakinan akan jaminan serta janjiNya. 

Masih dalam hening, ketika lirih nurani menggetarkan irama dari bagian rasa yang melembutkan kalbu. Merukukkan ego ini, menyujudkan nafsu ini. Lunglai bersimpuh melepas lelah dan beban jiwa. Bebaskan segala spekulasi hari esok dalam hitung – hitungan logika akal. 

Tentang jiwa ini, yang sering menggejolak tanpa tahu nadanya. Sementara tiap bulir mahabbah lahir dari irama jiwa yang seharusnya mengalunkan simfoni indah nan lembut dalam ketenangan dan keteraturan gerak. Agar mahabbah itu mampu menghidupkan, menuluskan, mempercayakan, memasrahkan, dan akhirnya membagiakan dalam raut keceriaan. 

Mengistirahatkan jiwa ini, dalam muhasabbah biarlah semuanya bermula disini kembali. Di niatan yang mentawadhu’kan laku, di kepasrahan yang percaya kebaikkan setiap takdirNya, di bagian rasa yang melembutkan kalbu.

my videos

part 2