Google+ Followers

Friday, 2 August 2013

Ternyata tidak mudah untuk memulai lagi,.......

Setelah sempat membuat mimpi yang hampir menjadi nyata.
Lantas saya menemui kenyataan akan ketidakmampuan saya membentuk sebuah dunia yang semestinya
( seperti yang saya inginkan )
hanya dalam satu kepala.

Saya lebih sering tersungkur akan beban berat, rasionalitas natural yang saya miliki sering menampar saya di setiap awal khayalan saya.
Saya menemukan realita yang coba saya hindari

Kekerdilan saya memaknai akan ke-Maha Adil-an Tuhan menjadikan saya seorang yang terombang – ambing.
Kaki saya ( sering ) masih berpijak pada lembaran sajadah, hanya pikiran saya menerawang gelisah.
Menggeliyat hampa.

Hanya saja waktu yang berdentang, semakin menuakan usia.
Saya mendapati ketakutan.
Ketakutan yang takut.

Ia kerap menyibak selimut di malam – malam tidur saya

“ Hi, bangun…
bangun anak manusia !! “

saya tak beranjak, masih ada nafas khayalan yang tak tertuntaskan.
Saya berontak, dingin

ashsholatu khoirumminan naum

ashsholatu khoirumminan naum


Untuk kesekian kali,
dan beribu kali.
Matahari membangunkan saya dengan penyesalan.
Saya tertinggal untuk satu waktu

Saya menuntut takut.
Takut yang ketakutan.
Takut yang takkan mati.

'' Sungguh, kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan yang tidak terhalang dalam melihatnya. Apabila kalian mampu, janganlah kalian menyerah dalam melakukan sholat sebelum terbit matahari dan sholat sebelum terbenam matahari. Maka lakukanlah.'' (HR. Bukhari dan Muslim).


Dalam sebuah perasaan yang sesungguhnya, setiap dari kita, sebagai manusia, telah diberi satu kontainer emas yang berisikan cinta dan ciuman tanpa syarat… yaitu berasal dari anak-anak kita, anggota keluarga, teman-teman, orang2 yang menyayangi kita dan yang penting adalah dari Allah.

my videos

part 2